Presiden Park Jeong Suk Asosiasi Maritim Korea "Industri Pelayaran Menghadapi Gelombang Ketidakpastian Politik Internasional dan Peraturan Dekarbonisasi"

Korean Shipping Association "Operasi Strategis Armada untuk Pembaruan Industri Pelayaran, Pelatihan Tenaga Kerja Muda di Bidang Maritim, dan Upaya Lainnya" Korea Maritime Association mengadakan 'Rapat Penataran Direktur Utama 2025' di Pusat Pelatihan Pusat Perkumpulan Perkotaan Baru Nasional, Kota Bundar Gyeonggi, Distrik Bundang, pada tanggal 27 untuk mencari rencana pengembangan berkelanjutan industri perkapalan dalam negeri dan memperkuat komunikasi antar anggota. Hal ini disampaikan pada tanggal 29.

Pada konferensi kali ini, hadir 64 perwakilan dari perusahaan anggota Asosiasi Maritim dan Harkim Lee, Kepala Badan Maritim dan Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan, An Byung-gil, Presiden Korea Maritime Promotion Corporation, Don-ho Pan, CEO Posco Flow, Yoo Yong-hwa, Presiden Asosiasi Pemandu Kapal Korea, dan Kim Il-dong, Ketua Asosiasi Kooperatif Towage Korea, serta sekitar 140 peserta lainnya termasuk pejabat pemerintah, lembaga terkait, dan organisasi dari berbagai sektor. Peserta melakukan diskusi mendalam tentang kebijakan maritim, logistik pelabuhan, kebijakan awak kapal, serta lingkungan dan keselamatan.

Presiden Asosiasi Koperasi Maritim Korea, Park Jeong-seok, dalam sambutannya mengatakan, "Ketidakpastian politik internasional, peraturan dekarbonisasi yang semakin diperkuat, serta sanksi terhadap kolusi dalam industri maritim telah menjadikan sektor ini berhadapan dengan gelombang besar."

Presiden Park menambahkan, "Untuk mengatasi hal ini dan mendorong kembali pelonjakan industri pelayaran, asosiasi akan secara aktif mendorong ▲peningkatan kebijakan dan pendanaan perbankan swasta untuk percepatan konversi kapal ramah lingkungan ▲operasionalisasi armada strategis dan meningkatkan kesadaran industri pelayaran sebagai sektor industri penting nasional ▲pembinaan tenaga kerja maritim generasi muda dan peningkatan kesejahteraan awak kapal ▲dan memperkuat pertumbuhan bersama dalam ekosistem industri pelayaran."

Kepala Badan Logistik Hoo Haew juga menyampaikan dalam sambutannya, "Meskipun ada ketidakpastian logistik akibat situasi Timur Tengah dan lainnya, kami mengucapkan selamat atas pencapaian hasil terbaik sepanjang masa yang diraih oleh industri pelayaran kita berkat usaha mereka." Dia menambahkan, "Kami akan berusaha agar komitmen-komitmen terkait pelayaran seperti perluasan pembiayaan kapal ramah lingkungan, pembentukan armada strategis, dan peningkatan tenaga kerja maritim dapat direalisasikan dalam program-program pemerintah baru."

Pada acara tersebut, diskusi yang aktif dilakukan mengenai berbagai isu termasuk penanganan kasus perdata di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), strategi untuk mempertahankan rantai pasokan yang penting, penerapan armada baru, peningkatan pembangunan kapal ramah lingkungan, meningkatkan daya saing K P&I (Korean P&I) milik pemilik kapal Korea, memperoleh tenaga maritim asing, menanggapi regulasi lingkungan internasional, dan standarisasi digitalisasi di industri pelayaran.

한편, 제3회 해운의탑 시상식에서는 우리 해운산업의 지속적인 발전과 경쟁력 강화에 크게 기여한 공로를 높이 평가하여, 지난해 유조선 부문 수송실적 3000만t을 달성한 SK해운과 자동차운반선 부문 300만CEU를 달성한 현대글로비스가 수상 선사로 선정됐다.

Selain itu, diberikan penganugerahan ucapan terima kasih kepada Ban Donho dari Posco Flow yang telah berkontribusi besar dalam kemajuan industri perkapalan di berbagai bidang seperti perdagangan laut, logistik, keuangan, dan hukum, serta kepada Jung Jae-yong dari Pusat Komprehensif Keuangan Laut, Lee Bong-kul dari Kamar Dagang Korea, dan Lee Jae-hyung dari Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Semua penerima penghargaan ini diserahkan sebagai ungkapan rasa terima kasih.