"Berani Membuka Usaha"... 2626 Startup di Seluruh Dunia Mengajukan Permohonan

Dari 10 perusahaan yang mendaftar untuk 'K-Startup Grand Challenge 2025', 5 perusahaan ternyata adalah perusahaan Asia.

Kementerian Menengah dan Usaha Kecil dan Menengah (KMUKM) mengumumkan pada 29 hari ini bahwa dari total 2626 perusahaan yang mendaftar dalam Grand Challenge tahun ini, 1235 perusahaan (47,0%) berasal dari Asia.

2016년부터 시작된 그랜드 챌린지는 국내 최대 글로벌 창업 경진대회다. ▲탐색 지원(80팀) ▲창작 지원(40팀) ▲스케일업 지원(20팀) 단계별로 진행된다. 특히 오는 12월 열리는 컴업 데모데이에서 우수기업으로 뽑히면 최대 1억원의 상금을 받을 수 있다.

Tahun ini, dari rencana penerimaan 80 perusahaan, terdapat 2.626 perusahaan yang mendaftar, mencapai rasio kompetisi 32,8 banding 1. Jika dibandingkan dengan tahun lalu di mana 1.705 tim mendaftar, jumlah perusahaan yang mendaftar meningkat sebesar 54,01% (921 perusahaan).

Jika dilihat berdasarkan kewarganegaraan, perusahaan dari Asia menduduki posisi pertama. Di urutan berikutnya adalah 'Afrika (889 perusahaan·33.9%)', 'Amerika (280 perusahaan·10.7%)', 'Eropa (214 perusahaan·8.2%)', dan 'Oseania (8 perusahaan·0.3%)'.

Industri berdasarkan sektornya, perusahaan terkait 'IT dan perangkat lunak' mencapai 778 perusahaan (29.6%) dan merupakan yang terbanyak. 'Foodtech dan pertanian (329 perusahaan·12.5%)', 'Kesehatan dan bio (298 perusahaan·11.4%)', 'E-commerce (238 perusahaan·9.1%)' mengikuti di belakangnya.

Kemenperin berencana untuk memberikan konsultasi strategi lokalisasi untuk eksplorasi pasar Korea Selatan, pertemuan bisnis dengan perusahaan dan investor dalam negeri, serta dukungan untuk pengurusan visa dan pendirian badan usaha kepada 80 tim yang dipilih melalui proses penilaian, mulai akhir bulan depan.

Kepala Kebijakan Startup di Kemenkop dan UKM Cho Kyungwon mengatakan, "Pengenalan startup berbakat dari luar negeri akan membawa semangat pertumbuhan baru ke ekosistem startup Korea." Dia menambahkan, "Kami berharap banyak startup berbakat dari luar negeri akan masuk ke dalam negeri melalui tantangan ini."