"Batas maksimum donasi"... pemerintah kota Gwangju dan politisi bertemu untuk mencerminkan tugas negara

Ekonomi dan politik di wilayah Gwangju berkumpul untuk membahas bagaimana merespons janji kampanye presiden regional dan isu-isu utama lainnya agar dapat mencerminkan prioritas nasional.

29 hari ini, menurut Guangzhou Chamber of Commerce, Mayor Gang Jie dari Guangzhou dan Yang Funan, ketua partai Demokratik Bersatu dari distrik Guangzhou, serta anggota parlemen dan tokoh ekonomi lainnya seperti Han Shangwen, presiden dari Guangzhou Chamber of Commerce, akan mengadakan pertemuan diskusi kebijakan pada pukul 18:30 WIB di Hotel Holiday Inn Guangzhou.

Ketemu ini diadakan oleh Kamar Dagang dan Industri Gwangju (광주상의) akan membahas rencana aksi agar janji kampanye presiden di wilayah Gwangju dan isu-isu utama lokal dapat direfleksikan sebagai bagian dari tugas-tugas pemerintahan.

Pada acara ini, diharapkan akan dibahas secara mendalam tentang rencana pindahnya pangkalan militer berdasarkan perkembangan baru-baru ini terkait langkah Presiden Lee Jae-myung yang aktif dalam mengintegrasikan dan memindahkan pangkalan militer dan bandara sipil di Gwangju ke Unmanned Airport melalui tim tugas enam orang (Task Force Team), serta upayanya lainnya.

Khususnya relokasi `donasi dan pemberian' untuk pangkalan militer yang saat ini berlaku adalah di mana Pemerintah Kota Gwangju menjadi subjek proyek, mengembangkan keuntungan dari lahan bekas pangkalan militer untuk membangun pangkalan militer baru di Muhan, dan menggunakan sisa uang untuk kompensasi warga setempat. Namun, dengan perlambatan ekonomi konstruksi dan waktu pelaksanaan yang lama serta batasan struktural lainnya, ada suara dari berbagai pihak yang menyarankan bahwa pemerintah harus mendorong proyek ini sebagai bagian dari program bantuan keuangan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Gwangju dan anggota parlemen lokal telah melakukan diskusi untuk mencapai beberapa tujuan utama, yaitu:

Ketua Kamar Dagang dan Industri Gwangju mengatakan, "Komite Perencanaan Pemerintahan yang bertindak sebagai Komite Transisi Presiden telah memulai pekerjaan untuk menyusun agenda pemerintahan, dan oleh karena itu, pihak ekonomi di daerah dan kalangan politik sedang berupaya mencari solusi untuk mencantumkan janji kampanye presiden dan isu-isu utama lokal sebagai bagian dari agenda pemerintahan." Dia juga menambahkan, "Mohon masyarakat setempat juga memberikan perhatian yang aktif."