Naskah Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Apakah Hati Kita Sudah Bersih untuk Menerima Ramadhan?

Ringkasan Berita:
  • Momen kegembiraan penuh rasa syukur yang paling ditunggu-tunggu selama Ramadan, perlu dan penting untuk diharapkan karena banyaknya pahala yang dapat diperoleh dengan kesiapan jasmani dan rohani seorang muslim.
  • Mengingat bulan yang penting dalam kehidupan seorang muslim, mungkin tidak akan terulang lagi di masa depan.
  • Sudah seharusnya dapat terus menjadi semangat selama belum tiba bulan Ramadan.

smelectronik- Bulan Ramadhan akan segera tiba, dalam beberapa hari mendatang.

Banyak persiapan yang seharusnya telah disiapkan oleh seluruh umat Muslim, terutama di tanah air.

Momen bahagia penuh rasa terima kasih yang paling ditunggu ini, layak dan penting untuk diharapkan karena banyak pahala yang dapat diperoleh melalui kesiapan jasmani dan rohani seorang muslim.

Ya, seluruh proses iman berasal dari hati atau yang sering disebut Qalbu.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah hati kita sudah siap dan sudah cukup bersih untuk menyertai bulan Ramadan?

Mengingat bulan yang penting dalam kehidupan seorang muslim, mungkin tidak akan terulang lagi di masa depan.

Pengingat ini sebaiknya terus menjadi pemicu semangat selama belum tiba bulan Ramadan.

Karena terdapat berbagai cara yang dapat digunakan sebagai pengingat mengenai hati yang bersih dalam menerima Ramadan, termasuk dalam penyampaian khutbah Jumat setiap minggu.

Untuk mempermudah para khatib dalam memilih topik, terutama menjelang bulan Ramadan, berikut ini smelectroniktelah merangkum salah satunya.

Sudah Layakkah Hati Kita untuk Menerima Bulan Ramadhan?

Khutbah I

Alhamdulillah Rabbil Alamin. Yang mengatakan dalam Kitabnya yang mulia: "Dan balasan dari kejahatan adalah kejahatan yang sama. Maka barangsiapa yang memaafkan dan berperilaku baik, maka pahalanya berada di tangan Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim." (Asy-Syura: 40). Dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada para nabi dan utusan yang paling mulia, Nabi kami Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta keluarganya dan sahabat-sahabatnya serta para pengikutnya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, tidak ada nabi sesudahnya. Sesudah itu, wahai hadirin yang sedang shalat, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.

Para hadirin sidang Jumat yang diberkati Allah

Setiap individu pernah membuat kesalahan saat berhubungan dengan orang lain, maka agama Islam menyarankan tindakan saling memaafkan, yaitu dengan meminta maaf dari pihak yang bersalah dan memberikan pengampunan kepada yang menerima perlakuan tidak adil. Nasihat untuk saling memaafkan tidak memiliki batasan waktu, sehingga bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat akan memasuki bulan Ramadhan.

Anjuran meminta maaf terdapat dalam beberapa ayat dan hadits, termasuk perkataan Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari, juz 8, halaman 111:

Siapa pun yang memiliki kesalahan terhadap saudaranya, hendaklah ia memaafkannya, karena tidak ada duit atau uang koin yang dapat menggantikan hal itu sebelum diambil dari kebaikan saudaranya. Jika ia tidak memiliki kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil dan ditimpakan kepadanya.

Maksudnya, "Siapa pun yang melakukan kezaliman terhadap martabat seseorang atau hal lainnya, sebaiknya meminta maaf kepada orang tersebut hari ini, sebelum (hari kiamat) di mana dinar dan dirham tidak lagi bernilai."

Jika ia memiliki kebaikan, maka kebaikannya akan dihitung sesuai tingkat kesalahan yang dilakukannya. Jika pelaku tidak memiliki kebaikan, maka dosa korban akan diambil dan ditanggung oleh pelaku yang menzaliminya.

Anjuran untuk memaafkan tercantum dalam beberapa ayat dan hadis, termasuk perkataan Allah dalam surat Asy-Syura, ayat 40:

Dan balasan dari kejahatan adalah kejahatan yang setara dengannya. Barangsiapa memaafkan dan memperbaiki, maka pahalanya berada di tangan Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim.

Maknanya, "Dan balasan dari suatu kejahatan adalah kejahatan yang setara, namun siapa saja yang memaafkan dan berlaku baik kepada orang yang berbuat jahat, maka pahalanya berasal dari Allah. Sesungguhnya, Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim."

Bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi umat manusia untuk memperoleh pengampunan dari Allah atas segala kesalahan yang telah dilakukan.

Nabi menyampaikan peringatan ini melalui hadis yang dikumpulkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari, juz 1, halaman 16:

Siapa yang berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Maknanya: "Siapa saja yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas, maka dosa-dosanya yang lalu akan dihapuskan. Jika pengampunan dari Allah telah diperoleh dengan memperingati bulan Ramadhan melalui puasa, shalat, membaca Al-Qur'an, sedekah, zakat, dan kegiatan lainnya, maka juga perlu mendapatkan pengampunan dari sesama manusia, khususnya dari orang-orang yang pernah kita aniaya."

Kebijaksanaan Allah dapat diperoleh di akhirat, namun pengampunan manusia tidak bisa diperoleh di akhirat, sehingga harus dicari di dunia dengan segala cara. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sikap meminta maaf dan memberi maaf. Selain itu, bulan Ramadhan adalah waktu yang suci bagi kita untuk menjalankan ibadah kepada Allah dengan hati dan jiwa yang bersih.

Salah satu cara membersihkan jiwa dan hati adalah dengan meminta maaf serta memberikan maaf kepada orang lain. Ibadah puasa Ramadhan akan terasa lebih indah dan sempurna apabila dilakukan dalam kondisi hati dan jiwa yang bersih.

Hadirin sidang Jumat yang tercinta oleh Allah. Semoga kita diberi kekuatan dan kelapangan hati untuk meminta maaf dan memberi maaf dalam hari-hari mendekati bulan suci Ramadhan, sehingga ibadah Ramadhan kita semua dilakukan dengan jiwa dan hati yang bersih dari segala dosa, agar kita mampu meraih kesempurnaan dalam beribadah di bulan mulia ini. Amin, ya Rabbal

‘Alamin.

Saya menyampaikan perkataan ini dan memohon ampunan kepada Allah untuk saya dan kalian, maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Yang Pemaaf lagi Pengasih.

Khutbah II 

Alhamdulillah. Dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kami Muhammad bin Abdullah, serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, tidak ada nabi sesudahnya. Sesudah itu, wahai para hadirin yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkanlah salam dengan sebenar-benarnya." Ya Allah, ampunilah orang-orang mukmin dan perempuan-perempuan mukmin, orang-orang muslim dan perempuan-perempuan muslim, yang masih hidup di antara mereka dan yang sudah meninggal. Ya Allah, kuatkanlah agama Islam dan umat Islam, dan hinakanlah syirik dan orang-orang musyrik. Ya Allah, jauhkanlah dari kami bencana, wabah penyakit, gempa bumi, buruknya fitnah dan kesengsaraan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, khususnya dari negeri kami Indonesia dan seluruh negeri-negeri Muslim lainnya, ya Tuhan semesta alam. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Palestina, Lebanon dan negeri-negeri lainnya. Ya Allah, jadikanlah negeri kami Indonesia sebagai negeri yang baik, diberkahi dan makmur. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka. Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, maka pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. Hamba-hamba Allah! Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk berlaku adil dan berbuat baik, memberikan kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran dan aniaya. Ia memberi nasihat kepada kalian agar kalian ingat, dan ingatlah Allah yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian, dan bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkan nikmat-Nya kepada kalian. Dan mengingat Allah adalah yang terbesar.

(*)

Baca artikel lainnya dari smelectronik di Google News