Jessica Iskandar Terkesan dengan Keberanian Aurelie Moeremans Buka Trauma di Buku *Broken Strings*

smelectronikAktris Jessica Iskandar, yang sering disapa Jedar, memberikan apresiasi kepada Aurelie Moeremans terkait kisah nyata yang terdapat dalam buku berjudul Broken Strings. Buku ini sedang menjadi topik pembicaraan hangat karena menceritakan pengalaman Aurelie saat menghadapi pelecehan seksual dan tindakan child grooming ketika masih muda.
Kisah nyata Aurelie mendapatkan perhatian masyarakat karena keberaniannya dalam menyampaikan pengalaman traumatisnya. Jessica menganggap tindakan Aurelie sangat memotivasi dan layak diapresiasi.
"Seperti sudah jatuh tapi bisa mencapai tangga tertinggi, jadi layak mendapat tepuk tangan besar untuk Aurelie. Luar biasa karena sudah berani berbagi, mungkin tidak mudah untuk berbagi, tetapi momen Aurelie terasa bahagia, jadi semoga sudah bebas dari segala ikatan trauma," katanya dilansir dari Insertlive pada Kamis, (5/2/2026).
Jessica menuturkan bahwa membaca kisah Aurelie memberinya banyak pelajaran berharga. Ia merasa pengalaman tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
"Saya sangat berterima kasih bisa membaca kisah yang begitu nyata, bisa membaca pengalaman orang lain membuat saya bisa belajar banyak dan pastinya saya akan merefleksikannya kepada anak-anak saya," katanya.
Ibu tiga anak ini juga mengakui bahwa kisah Aurelie sangat mirip dengan pengalamannya sendiri. Ia pernah mengalami kejadian serupa ketika masih kecil, tetapi tidak berani menceritakannya.
"Saya sendiri pernah mengalami hal seperti pelecehan seksual saat saya SD, tapi saya tidak seberani Aurelie untuk menceritakannya. Saya baru berani bercerita tadi pagi, mungkin karena dorongan bahwa dengan bercerita bisa melepaskan, bisa sedikit berbagi dan mengurangi beban perasaan itu, jadi tidak harus ditanggung sendiri," katanya.
Jessica menyatakan bahwa keberanian Aurelie membuatnya kembali mengingat masa lalunya sendiri, meskipun pengalamannya yang traumatis tidak seberat yang dialami oleh Aurelie. "Jadi dengan melihat keberanian Aurelie, aku jadi teringat 'oh iya dulu aku juga pernah mengalami hal yang membuatku trauma', tapi tidak seburuk yang dialami Aurelie," katanya.
Sebagai seorang wanita, Jessica menekankan pentingnya saling mendukung antara sesama perempuan. Ia menganggap era digital memudahkan perempuan dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan.
“Perempuan mendukung perempuan karena sekarang dunia digital terus berkembang, segalanya lebih cepat, lebih mudah, dan lebih fleksibel untuk diakses, sehingga kita lebih mudah mengetahui berita dan mendapatkan informasi. Jadi dengan kondisi seperti ini, kadang hal-hal yang mungkin tidak kita dapatkan dari satu sisi, bisa kita peroleh dari sisi lain,” jelasnya.
Seorang perempuan berusia 38 tahun juga menekankan bahwa media sosial sebaiknya dimanfaatkan dengan cara yang positif. "Jadi semoga selama kita menggunakannya secara positif, masa kini media sosial digunakan untuk membantu kehidupan kita menjadi lebih cerdas dan lebih mudah. Dan perempuan salah satu contoh yang mungkin lebih sadar, jadi lebih mampu berbagi dan saling membantu sesama perempuan," katanya.
Jessica juga menyampaikan pesan penting kepada perempuan yang pernah mengalami kejadian serupa. Ia berharap dapat memberikan saran yang dapat membantu mereka memahami batasan diri serta menjaga kesejahteraan emosional.
"Pesanannya adalah kita perlu mengetahui mana yang baik dan mana yang benar, agar kita tahu batasnya. Aku selalu mengajarkan anak-anakku untuk mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Jadi ketika kamu sadar dirimu sedang sakit, di situlah batasnya dan kamu harus menyelamatkan diri sendiri," tutupnya. (*)