Musikal Perahu Kertas Dibuka Dee Lestari di Ciputra Artpreneur

smelectronik.CO.ID, JAKARTA, – Musikal Perahu KertasDibuka secara resmi di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Selasa (3/2) malam, dengan Dee Lestari yang menyanyikan lagu "Perahu Kertas". Acara ini merupakan bagian dari rangkaian 21 pertunjukan yang akan berlangsung hingga 15 Februari 2026.

Musikal ini diproduksi oleh Indonesia Kaya bekerja sama dengan Trinity Entertainment Network dan Trinity Youth Symphony Orchestra. Dengan durasi sekitar tiga jam, pertunjukan ini mengangkat kisah dari novel dan film tersebut.Perahu Kertas, kini diubah menjadi pertunjukan musikal.

Cerita berpusat pada Kugy, seorang pemimpi yang suka menceritakan kisah-kisah, danKeenanseorang pelukis yang terpaksa mengambil studi bisnis. Pertemuan mereka di kampus membawa mereka pada pertemuan visi diSakola Alit, tempat mereka mengajar secara sukarela. Hubungan mereka diuji ketika Keenan dipasangkan dengan Wanda, seorang kurator galeri.

Pementasan ini mengajak penonton menyaksikan perjalanan Kugy dan Keenan dalam menemukan identitas mereka, dengan alur yang mudah dipahami oleh penonton pemula maupun yang sudah biasa. Dialog yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta selipan humor yang ringan memperkaya pengalaman menonton.

Musik menjadi inti dari pertunjukan ini, dengan lirik yang sesuai dan musik orkestra yang menambah dimensi perasaan. Hubungan antara pemain terasa kuat, membuat interaksi antar tokoh menjadi hidup dan berkembang di panggung.

Desain panggung dan pakaian, khususnya pakaian Kugy, memberikan ciri visual yang jelas. Pertunjukan ini juga menyajikan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, memperkaya narasi melalui unsur budaya yang selaras dengan alur cerita.

Saat mendekati akhir pertunjukan, momen di mana para pemain menggenggam perahu kertas yang menyala menciptakan suasana yang menarik perhatian penonton, menunjukkan keberhasilan adaptasi ini dalam memberikan pengalaman visual dan emosional yang mendalam.

Dengan durasi yang panjang, Musikal Perahu Kertasberhasil mempertahankan perhatian penonton hingga akhir, menunjukkan bahwa cerita ini menemukan tempat barunya di panggung musikal, mengajak para penonton untuk mengenang kembali impian dan keputusan hidup mereka.

Isi ini disusun dengan bantuan teknologi AI.