Ahlan Singapore: Destinasi Ramah Muslim

FILM Ahlan SingaporeFilm yang tayang di bioskop pada 5 Februari 2026 ini merupakan karya romantis pertama hasil kolaborasi antara Singapore Tourism Board dan MD Pictures. Selain memiliki alur cerita yang menarik, film ini juga menampilkan keindahan Singapura.

Ahlan Singaporemengikuti kisah mahasiswa Indonesia Aisyah, yang diperankan oleh Rebecca Klopper, sedang mencari identitas diri diSingapura, pertemuan dengan Liam, yang diperankanKiesha Alvaro), senior di kampusnya, perlahan membuka kembali ruang yang selama ini disimpan rapat. Kehadiran Ridwan (Ibrahim Risyad) membuat Aisyah berada di persimpangan antara masa lalu dan peluang baru.

Selain aktor utama yang disebutkan, film ini turut dibintangi oleh Dwynna Win, Alya Rohali, Emilat Morshedi, Ferry Salim, Putri Ayudya, Toby Amstrong, Kimberly Angela, Adi Irwandy dan Jasmine Laura Arendsen. Film karya Indra Gunawan ini akan tayang terlebih dahulu di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, sebelum diedarkan melalui layananstreaming populer.

Destinasi ramah muslim

Tidak hanya mengabadikan Singapura dengan gaya estetis,Ahlan Singaporejuga menyampaikan pesan kuat bahwa Singapura merupakan tujuan yang sangat ramah bagi umat Muslim. Chief Communication Officer MD Entertainment, Astrid Suryatenggara, mengatakan bahwa aspek ini memang sengaja ditekankan.

"Salah satu poin yang kita tekankan adalah keberadaan tempat-tempat yang menyediakan makanan halal di Singapura. Karena khawatir banyak orang yang belum mengetahui bahwa sebenarnya terdapat banyak sekali tempat halal di Singapura," ujar Astrid, saat peluncuran film tersebut, di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Film Ahlan Singapore. Dokumen Singapore Tourism Board

Hal ini terlihat jelas pada adegan ketika Aisyah melaksanakan ibadah di Masjid Sultan yang megah di kawasan Kampong Glam. Mudahnya akses untuk beribadah serta mencari makanan halal seperti Putu Piring di Geylang hingga kafe-kafe yang indah di Haji Lane, memberikan perasaan aman dan nyaman bagi para wisatawan muslim.

Lokasi syuting Ahlan Singapore

Perjalanan Aisyah dimulai dari gerbang utama yang ikonik, Jewel Changi Airport. Di sini, Rain Vortex bukan hanya sekadar hiasan visual, tetapi merupakan simbol awal baru dalam kehidupan Aisyah yang penuh harapan sekaligus rasa cemas. Suasana semakin terasa ajaib ketika kamera mengarah ke Shiseido Forest Valley. Pemandangan hijau di tengah bangunan modern ini menjadi tempat aman bagi Aisyah saat ia pertama kali menginjakkan kakinya di negeri orang.

Menghadiri inti cerita, penonton akan diajak untuk menyaksikan sisi ambisius Aisyah di National University of Singapore (NUS). Koridor kampus dan perpustakaannya menggambarkan perjuangan Aisyah sebagai mahasiswa penerima beasiswa di salah satu universitas terkemuka di Asia ini. Di tengah tekanan akademik tersebut, hubungan Aisyah dengan seniornya, Liam, mulai berkembang.

Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika berada di Singapore Oceanarium, Resort World Sentosa. Percakapan yang hangat dengan latar belakang panel kaca besar dan cahaya biru bawah laut menambah kesan romantis. Menariknya, film ini juga menyisipkan sisi tenang Singapura melalui Swan Lake di Taman Botani Singapura sebagai tempat persembunyian Aisyah di tengah kehidupan kota yang dinamis.

Imanda Zahwa berperan dalam penulisan artikel ini.