Meski Bercerai, Acha Septriasa Pilih Tinggal di Sydney untuk Kepentingan Anak

smelectronikAktris Acha Septriasa hingga saat ini masih memutuskan tinggal di Sydney, Australia meskipun telah bercerai dari mantan suaminya, Vicky Kharisma. Diketahui, keduanya secara resmi berpisah sejak Mei 2025 lalu.

Meski kini tidak lagi berpasangan, Acha belum memiliki rencana untuk pindah dari Australia. Ia masih seringkali kembali ke Indonesia untuk urusan pekerjaan dan keluarga.

Acha mengatakan bahwa ia memang sudah lama tinggal di Sydney. Kembalinya ke Indonesia kali ini juga terkait dengan kegiatan putranya serta beberapa rencana promosi film.

"Jadi ini sudah tahun ke-10 aku tinggal di sana (Sydney). Hari ini mampir karena kebetulan kemarin seminggu yang lalu sedang di Jakarta, jadi sekarang sudah seminggu ini. Terus membawa Brie (anaknya), kemarin juga Brie baru saja melukis, ada pameran di Jakarta dan juga ada promo film," katanya dilansir dari FYP Trans7 pada Kamis, (5/2/2026).

Namun, Acha menegaskan bahwa ia belum berniat kembali tinggal di Indonesia. Fokus utamanya saat ini adalah menjaga lingkungan yang stabil bagi anaknya.

"Belum menetap di sini, masih kembali ke sana (Sydney) karena memang anakku setelah berpisah itu membutuhkan lingkungan yang sama. Jadi aku merasa tidak masalah juga, karena teman-temannya tetap ada di sana meskipun sekarang rumahnya terbagi dua, hanya saja dengan begitu dia lebih mampu mengelola emosinya," katanya.

Perempuan berusia 36 tahun ini menyadari anaknya mulai memahami kondisi keluarga. Ia juga berkomunikasi secara perlahan dan penuh pemahaman agar anak merasa lebih nyaman.

"Sekarang dia sudah berusia 8 tahun, sudah sangat memahami bahwa sebelum bulan Mei lalu, akhirnya menjadi bulan Desember tahun lalu. Masa-masa sulitnya sudah lewat. Saat melewati masa-masa sulit itu, dia mulai memahami bahwa 'ini memang tidak bisa bersama lagi' dan untuk mengajarkan dia bahwa tidak bersama bukan berarti kita tidak bisa berbicara," katanya.

Pada proses tersebut, Acha pernah membawa anaknya bersekolah di Jakarta. Pengalaman ini justru membantu anak tersebut memahami kondisi dengan lebih baik.

"Jadi sempat waktu itu bersekolah di Jakarta selama 5 bulan dan dia semakin memahami bahwa kita dalam keadaan baik-baik saja, perpisahan ini berjalan dengan baik. Jadi saat bersekolah di sini selama 5 bulan, aku pernah membawa Brie pada bulan Februari dan April untuk bertemu ayahnya," katanya.

Seorang ibu yang memiliki satu anak mengatakan bahwa komunikasi dengan anak dilakukan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Ia berharap anaknya merasa nyaman dan dicintai oleh kedua orang tuanya.

 

"Di sana dia mulai menyadari bahwa mungkin ini adalah yang terbaik. Aku beritahu dia dengan bahasa ibu, bahasa yang mudah dipahami. Ketika kita sepenuhnya sama sebagai anak meskipun sudah berpisah rumah, 100% aku sama seperti Bridgia, Vicky juga 100% sama seperti Bridgia, anaknya justru lebih bahagia sekarang," lanjutnya.

Menurut Acha, keadaan anaknya kini lebih stabil secara emosional. Ia juga bersyukur karena keputusan yang diambil memberikan dampak positif terhadap kebahagiaan anaknya.

"Alhamdulillah jadi lebih bahagia, mungkin sulit bagi anak untuk berada di tengah-tengah situasi yang juga sulit dipilih, tapi sekarang dia lebih bahagia," tutupnya. (*)