Penyakit Apa yang Ditimbulkan Virus Nipah? Ini Gejalanya!
Baru-baru ini pemerintah Indonesia memperkuat waspada terhadap risiko penyebaran virus Nipah. Meskipun ditemukan pada hewan, virus Nipah juga mampu menular kepada manusia. Seseorang yang tertular dapat mengalami berbagai gejala yang jika tidak segera ditangani dapat berujung pada kematian.
Gejala awal virus Nipah mirip dengan gejala flu biasa. Karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tandanya agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganan. Lalu, sebenarnya penyakit apa yang disebabkan oleh virus Nipah? Berikut penjelasannya di bawah ini!
1. Memahami cara penyebaran virus Nipah
Virus Nipah (NiV) merupakan virus zoonosis yang termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae dan genus Henipavirus. Kelelawar buah yang ditemukan di Asia dan Australia dipandang sebagai inang alami dari virus Nipah ini. Selain itu, kelelawar yang terinfeksi mampu menularkan virus Nipah kepada hewan lain, seperti babi atau kuda.
Virus ini mampu menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Buah-buahan yang telah tercemar oleh virus Nipah juga dapat menjadi sarana penyebaran. Tingkat penyebaran lebih besar di fasilitas kesehatan yang memiliki kondisi padat, ventilasi tidak memadai, serta penerapan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang kurang optimal.
WHO menyebutkan bahwa kasus virus Nipah pertama kali dikenali pada tahun 1998 saat wabah terjadi di kalangan peternak babi di Malaysia. Selanjutnya, virus ini menyebar ke Singapura akibat impor babi yang sakit dari Malaysia. Paling baru, virus Nipah kembali ditemukan di India.
2. Gejala dan tanda yang diakibatkan oleh virus Nipah
Gejala awal virus Nipah pada manusia tidak segera muncul. Masa inkubasi virus Nipah, yaitu waktu antara terinfeksi hingga gejala muncul, biasanya berlangsung antara 3 hingga 14 hari. Namun, terdapat kasus yang jarang terjadi di mana masa inkubasi bisa mencapai 45 hari.
Tidak semua individu menunjukkan tanda-tanda ketika tertular virus Nipah. Dalam kasus yang termasuk ringan, seseorang bisa mengalami demam, sakit kepala, kesulitan bernapas, batuk, diare, muntah, mual, serta nyeri tenggorokan. Gejala tambahan yang umum muncul meliputi menggigil, kelelahan, kantuk, dan pusing.
Dalam kasus infeksi virus Nipah yang berat, dapat memicu terjadinya peradangan otak atau ensefalitis. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti rasa kantuk yang sangat berlebihan, kesulitan berkonsentrasi, otot melemah, kejang, penurunan kesadaran, hingga sindrom gangguan pernapasan akut. Komplikasi yang serius ini tentu berisiko mengancam nyawa.
3. Metode untuk menurunkan kemungkinan penyebaran virus Nipah
Sampai saat ini belum ditemukan metode khusus dalam mengatasi virus Nipah. Namun, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko tertular virus Nipah. Berikut beberapa cara yang disarankan oleh WHO:
Mencegah konsumsi makanan yang berpotensi tercemar oleh kelelawar.
Jika mengalami demam disertai dengan kesulitan dalam bernapas, segera kunjungi tempat pelayanan kesehatan.
Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Hindari berhubungan langsung dengan hewan yang sedang tidak sehat.
Mencuci tangan secara rutin setelah merawat atau mengunjungi seseorang yang sedang sakit.
Virus Nipah dapat memicu gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Umumnya, dokter akan mengambil sampel air liur, cairan otak (CSF), urine, serta darah sebelum menentukan diagnosis. Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk virus Nipah.
Referensi
Hindari Virus Nipah, Bandara Lombok Perketat Pemeriksaan Penumpang Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Virus Nipah Wabah Virus Nipah Kembali Muncul, Asia Memperketat Pemeriksaan di Perbatasan“Nipah Virus.” World Health Organization (WHO). Diakses Februari 2026.
Virus Nipah: Tanda-Tanda, Penyebaran, dan Upaya Pencegahan.BB Labkesmas Makassar. Diakses Februari 2026.


