Apakah Semua Pasien Kanker Harus Terapi Kimia?
Kanker tetap menjadi salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi banyak orang. Mengingat kanker saat ini menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di dunia, wajar jika kita perlu waspada terhadap penyakit ini. DilansirMayo Clinic, kanker adalah kondisi di mana sel-sel dalam tubuh tumbuh secara tidak wajar. Perkembangan ini terjadi akibat perubahan pada genetik. Jadi setiap sel dalam tubuh kita memiliki gen. Gen-gen ini bertugas memberi instruksi kepada sel untuk menjalankan fungsinya, termasuk mengatur proses pertumbuhan dan pembelahan sel.
Pada penderita kanker, perubahan genetik menyebabkan sel menerima petunjuk yang tidak benar. Akibatnya, sel tersebut berkembang dan membelah secara cepat, menghasilkan sel yang tidak normal yang merusak sel sehat. Berita baiknya, seiring perkembangan dunia kesehatan, pengobatan untuk kanker semakin beragam. Salah satu metode pengobatan yang paling umum adalah kemoterapi. Jadi, apa itu kemoterapi, dan apakah pasien kanker harus menjalani kemoterapi?
1. Pengobatan kemoterapi dilakukan menggunakan obat-obatan yang mampu merusak sel-sel kanker.
Bisa dibilang, kemoterapi merupakan bentuk pengobatan kanker yang paling umum digunakan. Tidak tanpa alasan, dibandingkan dengan metode lain seperti operasi atau terapi radiasi yang hanya mengatasi kanker di area tertentu, kemoterapi mampu "menghancurkan" sel kanker hampir di seluruh tubuh.
Dilansir Cleveland Clinic, kemoterapi merupakan jenis pengobatan kanker yang pada dasarnya menggunakan obat-obatan untuk menghentikan perkembangan serta merusak sel-sel kanker. Obat tersebut diberikan ke dalam tubuh dengan berbagai metode, mulai dari injeksi, pil, hingga salep yang dioleskan pada kulit. Namun cara yang paling umum adalah dengan memasukkan obat melalui pembuluh darah menggunakan infus. Obat tersebut kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan mencari sel-sel kanker untuk dihancurkan.
2. Di sisi lain, pengobatan kemo juga dapat menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh
Kemoterapi memang menjadi pilihan yang umum digunakan dalam pengobatan kanker. Sayangnya, pengobatan ini juga menimbulkan efek samping. DilansirHealthline, obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi bertujuan untuk menghancurkan sel kanker. Namun, obat-obatan tersebut belum mampu membedakan secara tepat antara sel kanker dan sel sehat. Oleh karena itu, obat-obatan ini dirancang untuk menghancurkan sel-sel yang tumbuh dengan cepat. Akibatnya, selain sel kanker, beberapa sel sehat juga ikut rusak saat proses kemoterapi dilakukan.
Kerusakan sel sehat akibat pengobatan kanker bisa menyebabkan berbagai dampak negatif pada tubuh. Mulai dari anemia, pendarahan, kelelahan mudah, rambut rontok parah, mulut kering dan luka, mual, penurunan berat badan, serta efek buruk lainnya. Berita baiknya, sebagian efek negatif tersebut akan berkurang setelah proses pengobatan selesai. Namun, pasien juga perlu waspada terhadap kemungkinan efek samping jangka panjang seperti gangguan pada organ dalam seperti ginjal, paru-paru, saraf, organ reproduksi, hingga jantung. Akhirnya, pengobatan kanker tidak menjamin bahwa kanker yang sama tidak akan kembali di masa depan.
3. Terapi kimia biasanya digabungkan dengan pengobatan lainnya untuk meningkatkan efektivitasnya
Kemoterapi sering menjadi pilihan bagi pasien kanker. Namun, tidak semua pasien dapat menjalani pengobatan ini. Hal ini disebabkan oleh perubahan molekuler atau genetik pada sel kanker tertentu yang membuat mereka mampu menghindari dampak kemoterapi, sehingga obat-obatan yang digunakan menjadi tidak efektif. Untungnya, kemoterapi bukanlah satu-satunya metode pengobatan untuk kanker. Selain itu, terdapat berbagai jenis pengobatan lain seperti imunoterapi, terapi radiasi, terapi hormon, terapi target, operasi, ablasi, hingga transplantasi sumsum tulang belakang.
Ternyata menarik dalam pengobatan kanker adalah, terkadang pasien dianjurkan untuk menggabungkan dua jenis pengobatan agar meningkatkan keefektifannya. DilansirCancer ResearchPenelitian menunjukkan bahwa menggabungkan pengobatan kemoterapi dan imunoterapi dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya melakukan satu jenis pengobatan saja. Terkadang, kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan untuk mengurangi ukuran tumor, sehingga saat operasi dilakukan, tumor lebih mudah diangkat. Terkadang pula, kemoterapi dilakukan setelah pasien selesai menjalani satu jenis pengobatan. Tujuannya adalah untuk mencegah kanker kembali muncul.
4. Jadi, apakah seseorang yang menderita kanker wajib menjalani kemoterapi?
Apakah pengobatan kanker dengan kemoterapi telah terbukti efektif? Jawabannya adalah ya. Namun apakah semua pasien kanker harus menjalani kemoterapi? Jawabannya, tidak selalu. DilansirCochise Oncology, pilihan pengobatan kanker bergantung pada berbagai faktor seperti jenis kanker, usia, serta keadaan kesehatan pasien. Mengingat dampak samping dari kemoterapi yang cukup berat, kondisi pasien sebelum menjalani kemoterapi harus dalam keadaan sehat dan stabil.
Sebaliknya, dokter mungkin tidak menyarankan kemoterapi kepada sejumlah pasien karena menganggap mereka tidak cukup sehat untuk menghadapi efek samping pengobatan tersebut, baik karena usia yang sudah lanjut atau kondisi organ tubuh yang belum cukup kuat untuk menangani kemoterapi. Selain itu, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak semua jenis kanker merespons dengan baik terhadap pengobatan ini. Terakhir, beberapa tumor yang terdeteksi lebih awal dapat diangkat melalui operasi sehingga pasien tidak lagi memerlukan kemoterapi.
Kemoterapi telah terbukti efektif dalam melawan kanker. Namun, seperti pengobatan lainnya, proses ini tidak selalu mudah dijalani. Oleh karena itu, dukungan dari orang di sekitar sangat diperlukan. Meskipun kamu tidak bisa secara langsung membantu orang terdekat mengatasi kanker, dukunganmu dapat memberikan semangat tambahan bagi mereka agar tetap bertahan dan akhirnya menang.
Referensi
"Cancer". Mayo Clinic. Diakses November 2025.
"Cancer". Cleveland Clinic. Diakses November 2025.
Kanker: Jenis, Penyebab, Pencegahan, dan LainnyaHealthline. Diakses November 2025.
Ketika Anda mungkin mengalami kemoterapi.Cancer Research UK. Diakses November 2025.
"What is chemotherapy?". Worldwide Cancer Research. Diakses November 2025.



