Dekati Aaron Aikman: Spider-Man Berbasis Teknologi Tinggi dari Indonesia

Aaron Aikman, yang dikenal sebagai The Spider-Man, merupakan salah satu varian Spider-Man yang unik dalam multi jagat di Marvel Comics. Tidak hanya memiliki nama asli yang berbeda dari Spider-Man di jagat utama - yang bernama Peter Parker, The Spider-Man juga memiliki daftar musuh yang terbilang orisinil dibanding varian-varian lainnya.  Yuk, kenalan lebih jauh dengan Aaron Aikman!

Profil Aaron Aikman/The Spider-Man di Marvel Comics

Aaron Aikman diciptakan oleh pencilers Dustin Weaver dan melakukan debut di komik Edge of Spider-Verse #3 (September 2014). Aaron Aikman diperkenalkan sebagai ilmuwan yang bekerja di Ikegami Medical Center, Atlas City, di Earth-31411, dengan spesialisasi dalam aplikasi medis racun serangga dan laba-laba.

Berbeda dengan Peter Parker, yang mendapatkan kekuatan dari gigitan laba-laba radioaktif secara tidak sengaja, Aaron sengaja melakukan eksperimen untuk menjadi The Spider-Man. Pada usia 24 tahun, Aaron menyuntikkan DNA laba-laba yang telah dimodifikasi secara genetik ke tubuhnya. Eksperimen tersebut berhasil memberikannya kekuatan super seperti layaknya Spider-Man.

Untuk meningkatkan kemampuannya, Aaron merancang Spider-Armor, sebuah kostum canggih yang dilengkapi dengan fitur-fitur fungsional yang luar biasa. Helmnya dilengkapi dengan rangkaian sensor dan tampilan panel yang menyajikan data-data. Di lengannya silk-spinner untuk jaring laba-laba, di sabuknya penyengat saraf (neuro-pulse stingers), dan di kakinya rocket boots.

Konsep varian ini secara sekilas mirip dengan Spider-Man versi Tom Holland di Marvel Cinematic Universe (MCU) setelah memperoleh kostum Iron Spider dari Tony Stark. Perbedaannya terletak pada siapa yang membuat kostum canggih - Aaron membuat sendiri sejak awal karir superheronya, sedangkan Peter mendapatkan bantuan sumber daya dari Stark Industries.

Kisah Aaron Aikman sebagai The Spider-Man tidak dapat terlepas dari hubungan asmaranya, karena terdapat twist di balik itu semua. Aaron menjalin hubungan romansa dengan Dr. Kaori Ikegami, pendiri Ikegami Medical Center sekaligus ilmuwan medis dan ahli bedah brilian, setelah membantu pemulihan putri Kaori, Hannah, yang koma akibat kecelakaan mobil saat usianya 10 tahun.

Suatu hari, Kaori tiba-tiba berubah dan membawa pergi putrinya ke fasilitas lain, tidak lagi membutuhkan bantuan Aaron. Semenjak hubungan mereka renggang, Aaron fokus pada kegiatan vigilante-nya sebagai The Spider-Man, terutama untuk menghentikan teror Naamurah, yang nantinya diketahui ternyata adalah Hannah.

Dalam konteks cerita Spider-Verse (2014), Aaron Aikman memainkan peran pendukung sebagai bagian dari Spider-Army yang melawan Inheritors - klan pemburu totem dari Earth-001 yang memakan totem hewan, manusia, dan dewa. Secara fisik, Inheritors persis seperti vampir, dengan tokoh-tokoh utama meliputi Morlun dan Karn.

Inheritors memburu para avatar totem laba-laba di multi jagat karena mereka diramalkan akan mengalahkan Inheritors (The Superior Spider-Man #33). Untuk menghadapi para vampir ini, Aaron direkrut oleh Spider-UK dan Silk dari Earth-41940 untuk bergabung dengan Spider-Army. Sayangnya, nasib buruk menimpa Aaron terlalu cepat, saat Morlun menyerang dan membunuhnya.

Ternyata, kematian Aaron tersebut bersifat sementara, karena Aaron hidup kembali setelah Silk menusuk Morlun dengan menggunakan Totem Dagger. Selanjutnya, Aaron membantu Spider-Army mengalahkan Shathra, musuh totem laba-laba lainnya, hingga ancaman Inheritors berakhir (Spider-Man Vol 4 #7). Dalam cerita End of the Spider-Verse (2022-2023), Aaron muncul sekilas melalui monitor, menunjukkan dia masih aktif di multi jagat.

Aaron Aikman/The Spider-Man Punya Deretan Musuh yang Orisinil

Di luar dari musuh-musuh dalam cerita Spider-Verse, Aaron Aikman menghadapi beberapa musuh pribadi yang sebagian besar terkait dengan pekerjaannya di Ikegami Medical Center dan eksperimen berbasis teknologi.

Berbeda dengan varian-varian Spider-Man pada umumnya, Aaron memiliki musuh-musuh yang bisa dibilang orisinil, dalam artian bukan versi varian dari musuh-musuh Spidey di jagat utama.

Redeye

Komandan Rick Landress ditugaskan menjalankan misi ke bulan dari Planet Jupiter bersama kru. Situasi menjadi kacau dan pesawat antariksa mereka dibombardir oleh radiasi kosmik. Rick kembali ke Planet Bumi sebagai Redeye dengan kekuatan menciptakan hembusan angin kencang dan badai.

Redeye diperkenalkan sebagai musuh pertama dari The Spider-Man dan alasan Aaron Aikman menjadi The Spider-Man. Redeye dipercaya sudah mati, dikalahkan oleh The Spider-Man di bawah reruntuhan gedung.

Naamurah

Kemunculan Naamurah dilatarbelakangi oleh upaya tak kenal henti Kaori untuk membangunkan kembali putrinya, Hannah. Sebelumnya, Kaori meninggalkan Aaron karena sang kekasih menyarankannya untuk merelakan Hannah. Saat Hannah kembali tersadar dari koma, dia dihantui oleh entitas dari dimensi alam bawah sadar yang kemudian merasukinya, mengubahnya menjadi Naamurah.

Secara fisik, Naamurah terlihat seperti cyborg yang menggunakan perangkat bantu walking machine yang dibuat oleh Kaori. Naamurah menculik ratusan orang untuk menjadikan mereka pasukan cyborg seperti dirinya.

Saat pertemuan pertama, Naamurah mengalahkan Aaron dengan mudah dan memberikan peringatan apokaliptik. Apa tujuan utama dari para entitas ini tidak pernah sepenuhnya terungkap.

Daarroh

Salah satu korban penculikan Naamurah yang dirasuki oleh entitas dari dimensi alam bawah sadar bernama Daarroh.

Daarroh mengungkapkan kepada Aaron bahwa akan ada lebih banyak seperti dirinya. Dia juga memperingatkan Aaron tentang kematiannya yang akan datang sebelum Morlun menyerang.

Peluang Adaptasi ke Media Audiovisual

Hingga tulisan ini dibuat, karakter Aaron Aikman belum pernah diadaptasi ke dalam media audiovisual, baik dalam format film maupun serial TV, animasi ataupun live-action. "Adaptasi" yang paling mendekati adalah kemunculan kostum Aaron Aikman di gim video Marvel's Spider-Man (2018).

Dengan popularitas cerita berbalut multi jagat di Marvel, termasuk terkait Spider-Man, Marvel Studios dan/atau Sony Pictures perlu lebih berani dalam berinvestasi pada varian selain Peter Parker. Aaron Aikman/The Spider-Man memiliki keunikan dan novelty potensial, terutama karena orisinalitas dalam kisahnya dan ruang kreasi yang masih luas untuk pengembangan lebih lanjut.

Karakter Aaron Aikman dan elemen-elemen pendukungnya memiliki potensi jika dilakukan dengan benar, meski mungkin saat ini tidak lebih populer dibandingkan Miles Morales atau Miguel O'Hara/Spider-Man 2099 di film-film Spider-Verse ataupun Ben Reilly versi baru di serial TV Spider-Noir (2026).

Film Spider-Man: Beyond the Spider-Verse

Peluang pertama untuk debut Aaron Aikman adalah pada film Spider-Man: Beyond the Spider-Verse (2027). Estetika anime-nya di komik, yang terinspirasi dari karakter Yosuke Mikura di Barbara karya Osamu Tezuka dan Mega Man karya Hitoshi Ariga (tumblr @dustinweaver), akan menambah keragaman animasi yang juga selaras dengan gaya visual Peni Parker.

Aaron bisa muncul dengan peran figuran yang membantu atau menentang niat Miles Morales untuk menyelamatkan ayahnya. Perannya bisa difokuskan pada keahlian robotiknya, misal dalam membantu isu-isu terkait perangkat multi jagat. Atau muncul di post-credits scenes sebagai anggota Spider-Army untuk menghadapi Inheritors di kisah trilogi potensial Spider-Verse mendatang.

Proyek Serial TV Spider-Army

Meskipun kemungkinannya lebih kecil, proyek dalam format serial TV juga merupakan peluang yang potensial. Mempertimbangkan tingkat popularitas Aaron Aikman, proyek serial TV tentang Spider-Army, yang melibatkan beberapa varian Spider-Man, nampaknya relatif lebih safe untuk dikembangkan.

Tingkat kesuksesan serial TV Spider-Noir juga akan sangat mempengaruhi langkah ke depan di area ini. Kesuksesannya akan membuka atau bahkan menutup pintu untuk proyek-proyek mendatang jika Sony ingin membangkitkan Sony's Spider-Man Universe (SSU) dengan karakter-karakter baru.